JENIS-JENIS KALIMAT:

Kalimat Tunggal:
Kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa, maksudnya hanya terdiri dari satu pola kalimat.
CONTOH  KALIMAT  TUNGGAL
Kita dapat mengetahui berita itu melalui surat kabar.
Pola kalimat:  S – P – O – (K)
     S    :    Kita
     P    :    dapat mengetahui
     O    :    berita itu
     K    :    melalui surat kabar

Kalimat Majemuk:
Kalimat yang terdiri dari dua kluasa atau lebih, maksudnya terdiri dari dua pola pembentuk kalimat atau lebih.
Struktur Kalimat majemuk :
1.Terdiri atas dua bagian atau lebih
2.Tiap bagian pada kalimat majemuk, minimum berunsur (berstrutur) S – P
3.Bagian kalimat majemuk yang berstruktur S – P disebut  klausa

CONTOH  KALIMAT  MAJEMUK
>Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat.
Terdiri dari dua klausa:
     a. orang itu memeluk anaknya
        berpola:  S – P – O
     b. (orang itu) menuju tangga pesawat
        berpola:  (S) – P – O
Kata penghubung:  kemudian
>Haryadi sering menasehati adiknya tetapi  dia tidak mempedulikannya.
Terdiri dari dua klausa:
     a. Haryadi sering menasehati adiknya
        berpola:  S – P – O    
     b. dia tidak mempedulikannya
        berpola:  S – P – O
Kata penghubung:  tetapi


*Cara mengenali perbedaan kalimat majemuk
A. Kalimat majemuk setara
   Masing-masing bagian tidak dapat saling dipertukarkan letaknya.
struktur kalimat:
  1.Tiap bagian berupa klausa yang mandiri
  2.Tiap bagian berada pada posisi yang sama (setara)
  3.Strukturnya: S – P – …   +   S – P – … 
Contoh 1: Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat.
            Strukturnya:  S – P – O  +  (S) – P – O
  4.Susunannya tidak dapat saling dipertukarkan:
Cotoh Kalomat MAjemuk Setara :
Contoh 1:
"Harmawan sedang membuat penelitian, sedangkan Maryadi sedang menulis sebuah novel."
Kalimat itu tidak dapat diubah menjadi:
"Sedangkan Maryadi sedang menulis sebuah novel, Harmawan sedang membuat penelitian."
Contoh 2:
"Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat."
Susunan kalimat itu tidak dapat diubah menjadi:
"Kemudian menuju tangga pesawat,orang itu memeluk anaknya."

B. Kalimat majemuk bertingkat:
Masing-masing bagian pembentuk kalimat majemuk bertingkat dapat saling dipertukarkan letaknya.
Struktur Kalimat Majemuk Bertingkat:
1.Klausa yang satu berupa klausa utama dan kluasa yang lain berupa klausa bawahan (subklausa)
2.Tiap bagian tidak berada pada posisi yang sama

Contoh 1:
"Anita menarik tangan ibunya sambil menunjuk sebuah boneka panda di etalase."
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Sambil  menunjuk sebuah boneka panda di etalase, Anita menarik tangan ibunya."
Contoh 2:
"Semua siswa dapat mengikuti ujian hari ini  meskipun  belum melunasi biaya ujian."
Susunan kalimat itu dapat diubah menajdi:
"Meskipun  belum melunasi biaya ujian, semua siswa dapat mengikuti ujian hari ini."
Contoh 3:
"Mahasiswa asing datang ke Universitas di Indonesia  untuk  mempelajari kebudayaan Indonesia.
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Untuk  mempelajari kebudayaan Indonesia, mahasiswa asing datang Universitas di Indonesia"

Contoh 4:
"Pemerintah mencangkan program keluarga berencana nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa-desa."
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa-desa, pemerintah mencangkan program keluarga berencana nasional."

Jenis Kalimat Pada Bahasa Indonesia | Kurikulum Nasional | UN

JENIS-JENIS KALIMAT:

Kalimat Tunggal:
Kalimat yang hanya terdiri dari satu klausa, maksudnya hanya terdiri dari satu pola kalimat.
CONTOH  KALIMAT  TUNGGAL
Kita dapat mengetahui berita itu melalui surat kabar.
Pola kalimat:  S – P – O – (K)
     S    :    Kita
     P    :    dapat mengetahui
     O    :    berita itu
     K    :    melalui surat kabar

Kalimat Majemuk:
Kalimat yang terdiri dari dua kluasa atau lebih, maksudnya terdiri dari dua pola pembentuk kalimat atau lebih.
Struktur Kalimat majemuk :
1.Terdiri atas dua bagian atau lebih
2.Tiap bagian pada kalimat majemuk, minimum berunsur (berstrutur) S – P
3.Bagian kalimat majemuk yang berstruktur S – P disebut  klausa

CONTOH  KALIMAT  MAJEMUK
>Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat.
Terdiri dari dua klausa:
     a. orang itu memeluk anaknya
        berpola:  S – P – O
     b. (orang itu) menuju tangga pesawat
        berpola:  (S) – P – O
Kata penghubung:  kemudian
>Haryadi sering menasehati adiknya tetapi  dia tidak mempedulikannya.
Terdiri dari dua klausa:
     a. Haryadi sering menasehati adiknya
        berpola:  S – P – O    
     b. dia tidak mempedulikannya
        berpola:  S – P – O
Kata penghubung:  tetapi


*Cara mengenali perbedaan kalimat majemuk
A. Kalimat majemuk setara
   Masing-masing bagian tidak dapat saling dipertukarkan letaknya.
struktur kalimat:
  1.Tiap bagian berupa klausa yang mandiri
  2.Tiap bagian berada pada posisi yang sama (setara)
  3.Strukturnya: S – P – …   +   S – P – … 
Contoh 1: Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat.
            Strukturnya:  S – P – O  +  (S) – P – O
  4.Susunannya tidak dapat saling dipertukarkan:
Cotoh Kalomat MAjemuk Setara :
Contoh 1:
"Harmawan sedang membuat penelitian, sedangkan Maryadi sedang menulis sebuah novel."
Kalimat itu tidak dapat diubah menjadi:
"Sedangkan Maryadi sedang menulis sebuah novel, Harmawan sedang membuat penelitian."
Contoh 2:
"Orang itu memeluk anaknya kemudian menuju tangga pesawat."
Susunan kalimat itu tidak dapat diubah menjadi:
"Kemudian menuju tangga pesawat,orang itu memeluk anaknya."

B. Kalimat majemuk bertingkat:
Masing-masing bagian pembentuk kalimat majemuk bertingkat dapat saling dipertukarkan letaknya.
Struktur Kalimat Majemuk Bertingkat:
1.Klausa yang satu berupa klausa utama dan kluasa yang lain berupa klausa bawahan (subklausa)
2.Tiap bagian tidak berada pada posisi yang sama

Contoh 1:
"Anita menarik tangan ibunya sambil menunjuk sebuah boneka panda di etalase."
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Sambil  menunjuk sebuah boneka panda di etalase, Anita menarik tangan ibunya."
Contoh 2:
"Semua siswa dapat mengikuti ujian hari ini  meskipun  belum melunasi biaya ujian."
Susunan kalimat itu dapat diubah menajdi:
"Meskipun  belum melunasi biaya ujian, semua siswa dapat mengikuti ujian hari ini."
Contoh 3:
"Mahasiswa asing datang ke Universitas di Indonesia  untuk  mempelajari kebudayaan Indonesia.
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Untuk  mempelajari kebudayaan Indonesia, mahasiswa asing datang Universitas di Indonesia"

Contoh 4:
"Pemerintah mencangkan program keluarga berencana nasional untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa-desa."
Susunan kalimat itu dapat diubah menjadi:
"Untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat yang tinggal di desa-desa, pemerintah mencangkan program keluarga berencana nasional."

No comments