Yusufstudi.com - Pendaftaran SNMPTN telah dibuka kemarin( (12/01) sekitar pukul 4 sore. Ketua panitia SNMPTN 2018 masih dioegang oleh Rektor UNS yaitu Bapak Ravik Karsidi.


Beliau menyatakan kemarin bahwa nilai Ujian Nasional (UN) dan USBN 2018 tidak digunakan untuk penentuan seleksi SNMPTN 2018.  Tahun kemarin (2017) memang nilai UN dipakai untuk faktor kelulusan SNMPTN tetapi presentasenya tidak lebih dari 10% sehingga dianggap kecil juga.

Beliau telah membicarakan hal ini dengan Mendikbud dan ristekdikti. SNMPTN itu seleksi untuk mencari mahasiswa sesuai dengan prestasi dan portofolio siswa yang dilihat dari data dan nilai di PDSS SNMPTN. Jadi, nilai UN tidak dimasukkan dan lebih meilhat nilai rapor yang digunakan karena dapat melihat fluktuatif dan kecenderungan siswa lebih ke passion apa.

Beliau menegaskan juga supaya Sekolahan tidak menginputkan nilai palsu(manipulasi nilai) karena yang rugi adalah sekolahan juga nantinya yang berefek ke siswa baik tahun ini maupun tahun selanjutnya. Dan data siswa sebaiknya di cek ulang kebenarannya sesuai dengan yang asli.

Apabaila kebingungan dan silahkan ditanyakan pada Helpdesk SNMPTN di halo.snmptn.ac.id
Semoga informasi ini bermanfaat dan tidak banyak siswa yang menanyakan.

Sumber informasi
Tempo.co
Pikiranrakyat.com
Edukasi.kompas.com

Nilai UN dan USBN tidak Ikut Mempengaruhi SNMPTN 2018

Yusufstudi.com - Pendaftaran SNMPTN telah dibuka kemarin( (12/01) sekitar pukul 4 sore. Ketua panitia SNMPTN 2018 masih dioegang oleh Rektor UNS yaitu Bapak Ravik Karsidi.


Beliau menyatakan kemarin bahwa nilai Ujian Nasional (UN) dan USBN 2018 tidak digunakan untuk penentuan seleksi SNMPTN 2018.  Tahun kemarin (2017) memang nilai UN dipakai untuk faktor kelulusan SNMPTN tetapi presentasenya tidak lebih dari 10% sehingga dianggap kecil juga.

Beliau telah membicarakan hal ini dengan Mendikbud dan ristekdikti. SNMPTN itu seleksi untuk mencari mahasiswa sesuai dengan prestasi dan portofolio siswa yang dilihat dari data dan nilai di PDSS SNMPTN. Jadi, nilai UN tidak dimasukkan dan lebih meilhat nilai rapor yang digunakan karena dapat melihat fluktuatif dan kecenderungan siswa lebih ke passion apa.

Beliau menegaskan juga supaya Sekolahan tidak menginputkan nilai palsu(manipulasi nilai) karena yang rugi adalah sekolahan juga nantinya yang berefek ke siswa baik tahun ini maupun tahun selanjutnya. Dan data siswa sebaiknya di cek ulang kebenarannya sesuai dengan yang asli.

Apabaila kebingungan dan silahkan ditanyakan pada Helpdesk SNMPTN di halo.snmptn.ac.id
Semoga informasi ini bermanfaat dan tidak banyak siswa yang menanyakan.

Sumber informasi
Tempo.co
Pikiranrakyat.com
Edukasi.kompas.com

2 comments: