Yusufstudi.com (Semarang) , Kuliah memang harapan semua siswa di dunia karena mendapatkan pendidikan adalah hak sebagai warga negara. Begitupun Kak Arfan Habibi salah satu mahasiswa yang penuh dengan perjuangan supaya bisa kuliah. Pengen tau ceritanya? langsung saja . . 

Foto dari kak Arfan di Unnes

Nama : Arfan Habibi
PTN : UNNES ( Universitas Negeri Semarang )
Asal : Tegal , Jawa Tengah
"Gapailah impianmu , agar kelak tidak hanya sekedar mimpi dan lampauilah rintangannya "
Saya adalah alumni SMK N 1 Adiwerna Tegal ,  Saya Mahasiswa Jurusan Sejarah UNNES angkatan 2016. Saya sempat pernah berpikir  meninggalkan bangku pendidikan tinggi disalah satu PTN , pasca Idul Adha tahun 2016. Meskipun saya menerima Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah, orang tuaku dan keluargaku masih berat untuk membiayai saya , di Semarang, Jawa Tengah. Sehingga saya tak mempunyai uang yang cukup. Ibu saya tercinta bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dan Ayah saya ( Alm)  telah meninggal dunia :'( .saya prihatin atas kondisi ekonomi keluarga saya.. Kakak saya membantu saya sebisa mungkin. Dengan kondisi demikian, orang tuaku terlalu berat untuk membayar UKT sebesar Rp1 juta jika per semesternya dan membiayai biaya hidup saya selama di Semarang. Kondisi itu membuat saya memutuskan sempat berhenti kuliah dan pergi ke Kota Bandung, Jawa Barat. Bagiku sangat berat dan sedih meninggalkan impianku setelah Ingin masuk Ilmu Sejarah UI melalui jalur Simak UI bidikmisi namun saya tidak lolos , yang membuatku untuk mencoba mendaftar SM UNNES untuk menggapai Cita citaku , denga  biaya pendaftaran 250 ribu, tanpa memikirkan setelah saya lolos Ilmu Sejarah UNNES dikenakan biaya UKT ditambah belum ada biaya untuk tempat tinggal dan sebagainya di semarang, saya tidak ingin membebani keluargaku . Di tengah kondisi itu, saya mendapat kabar gembira. Pengelola Bidikmisi UNNES mengabarkan bahwa saya bisa dimasukkan dalam daftar penerima Bidikmisi dan setelah dari pihak bidikmisi melihat persyaratan formulir Bidikmisi saya dan menyurvei rumahku. 
Gerbang Utama Unnes

Nama saya  bisa masuk setelah saya mengajukan Bidikmisi susulan dan karenanya UNNES menerima kuota tambahan. Dengan beasiswa itu, saya kembali dan memutuskan mengejar cita citaku untuk menyelesaikan pendidikan secara gratis oleh pemerintah selama 8 semester di UNNES dan saya selalu semangat untuk ikut turut membangun bangsa yang lebih baik lagi kedepannya.

(*Cerita langsung dikirim oleh penulis kak Arfan). Jika ingin bertanya-tanya dengan kak arfan bisa hubungi salah satu kontaknya
LINE : @arfan_habibi
Facebook : Arfan Habibi

Bagaimana ceritanya? semoga bisa memotivasi semua siswa yang ada di seluruh indonesia.
Buat kalian yang ingin sharing cerita seperti kak Arfan diatas silahkan kirim cerita kalian ke email yusazis28@gmail.com dengan format

Judul email = judul artikel
Isi :
Nama :
Asal:
Universitas :
Cerita :
Sosmed :

Cerita akan diposting maksimal 1-2 hari oleh pihak yusufstudi.com

Semoga bermanfaat dan marilah berdoa dan belajar ya para pejuang PTN/PTK

Kisah : Bidikmisi Membantu Arfan Habibi menggapai impian di Kampus UNNES

Yusufstudi.com (Semarang) , Kuliah memang harapan semua siswa di dunia karena mendapatkan pendidikan adalah hak sebagai warga negara. Begitupun Kak Arfan Habibi salah satu mahasiswa yang penuh dengan perjuangan supaya bisa kuliah. Pengen tau ceritanya? langsung saja . . 

Foto dari kak Arfan di Unnes

Nama : Arfan Habibi
PTN : UNNES ( Universitas Negeri Semarang )
Asal : Tegal , Jawa Tengah
"Gapailah impianmu , agar kelak tidak hanya sekedar mimpi dan lampauilah rintangannya "
Saya adalah alumni SMK N 1 Adiwerna Tegal ,  Saya Mahasiswa Jurusan Sejarah UNNES angkatan 2016. Saya sempat pernah berpikir  meninggalkan bangku pendidikan tinggi disalah satu PTN , pasca Idul Adha tahun 2016. Meskipun saya menerima Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah, orang tuaku dan keluargaku masih berat untuk membiayai saya , di Semarang, Jawa Tengah. Sehingga saya tak mempunyai uang yang cukup. Ibu saya tercinta bekerja sebagai buruh tani yang penghasilannya tidak menentu dan Ayah saya ( Alm)  telah meninggal dunia :'( .saya prihatin atas kondisi ekonomi keluarga saya.. Kakak saya membantu saya sebisa mungkin. Dengan kondisi demikian, orang tuaku terlalu berat untuk membayar UKT sebesar Rp1 juta jika per semesternya dan membiayai biaya hidup saya selama di Semarang. Kondisi itu membuat saya memutuskan sempat berhenti kuliah dan pergi ke Kota Bandung, Jawa Barat. Bagiku sangat berat dan sedih meninggalkan impianku setelah Ingin masuk Ilmu Sejarah UI melalui jalur Simak UI bidikmisi namun saya tidak lolos , yang membuatku untuk mencoba mendaftar SM UNNES untuk menggapai Cita citaku , denga  biaya pendaftaran 250 ribu, tanpa memikirkan setelah saya lolos Ilmu Sejarah UNNES dikenakan biaya UKT ditambah belum ada biaya untuk tempat tinggal dan sebagainya di semarang, saya tidak ingin membebani keluargaku . Di tengah kondisi itu, saya mendapat kabar gembira. Pengelola Bidikmisi UNNES mengabarkan bahwa saya bisa dimasukkan dalam daftar penerima Bidikmisi dan setelah dari pihak bidikmisi melihat persyaratan formulir Bidikmisi saya dan menyurvei rumahku. 
Gerbang Utama Unnes

Nama saya  bisa masuk setelah saya mengajukan Bidikmisi susulan dan karenanya UNNES menerima kuota tambahan. Dengan beasiswa itu, saya kembali dan memutuskan mengejar cita citaku untuk menyelesaikan pendidikan secara gratis oleh pemerintah selama 8 semester di UNNES dan saya selalu semangat untuk ikut turut membangun bangsa yang lebih baik lagi kedepannya.

(*Cerita langsung dikirim oleh penulis kak Arfan). Jika ingin bertanya-tanya dengan kak arfan bisa hubungi salah satu kontaknya
LINE : @arfan_habibi
Facebook : Arfan Habibi

Bagaimana ceritanya? semoga bisa memotivasi semua siswa yang ada di seluruh indonesia.
Buat kalian yang ingin sharing cerita seperti kak Arfan diatas silahkan kirim cerita kalian ke email yusazis28@gmail.com dengan format

Judul email = judul artikel
Isi :
Nama :
Asal:
Universitas :
Cerita :
Sosmed :

Cerita akan diposting maksimal 1-2 hari oleh pihak yusufstudi.com

Semoga bermanfaat dan marilah berdoa dan belajar ya para pejuang PTN/PTK

No comments