Yusufstudi.com - Pendaftaran SBMPTN 2018 telah ditutup dan  hal yang dilakukan sekarang adalah belajar dengan giat dan bisa mendalami semua soal-soal yang pernah ada. Akan tetapi, SBMPTN 2018 ini memiliki sistem baru terkait dengan Penilaian SBMPTN 2018 yang berbeda dari tahun sebelumnya.


Penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya setiap soal yang diberikan diberi nilai masing-masing tergantung dengan syaratnya.
 - Apabila peserta menjawab soal dengan benar maka akan mendapat nilai +4 per soalnya
 - Apabila peserta menjawab soal dengan salah maka akan mendapat nilai -1 per soalnya
 - Apabila peserta tidak menjawab soal maka akan mendapat nilai 0 per soalnya

Nah, apabila dengan menggunakan sistem lama maka kita bisa mengatur strategi dengan mentarget minimal mengerjakan berapa soal, berapa soal yang harus dikerjakan, serta tidak ada yang namanya nilai mati.

Dengan adanya penilaian +4, -1 , dan 0 membuat strategi sangatah digunakan dan bahkan orang yang pinter saja kalah dengan orang yang memiliki strategi dan orang BEJO. hehe karena kalo sudah bejo tidak ada yang bisa dipungkiri. Kebanyakan menggunakan strategi sih

Nah, aturan baru Penilaian SBMPTN 2018 sebagai berikut: Silahkan baca ketentuan Penilaian SBMPTN 2018

Intinya yaitu tidak ada penilaian terkait dengan jika benar (+4), salah (-1), dan tidak menjawab (0). Sehingga susah dilakukan strategi untuk lolos SBMPTN 2018.

Terus bagaimana penilaiannya?

Dalam penilaian SBMPTN 2018 silahkan baca di link diatas, ada poin penting yaitu
Metode penilaian ujian tertulis pada SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan relatif dan sensitifitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.
Sehingga penilaian berdasarkan tingkat kesukaran soal. Apabila sama-sama menjawab maka yang menjawab soal yang sulit mendapatkan poin yang lebih daripada soal yang mudah. Gampangnya jika menjawab soal mudah dengan benar mendapatkan 1 poin maka menjawab soal yang sulit dan benar mendapatkan 4 poin.

Dalam ketentuan ini pula tidak ada nilai minus apabila jawaban yang diisian salah sehingga peluang lebih besar karena bisa jawab "NGAWUR" dan apabila benar itupun rejeki.

Nah, trus bagaimana membedakan soal yang sulit dan yang susah? karena sudah banyak yang membahas  di blog-blog lain dan hanya panitia yang tau soal-soal yang sulit maka kita hanya bisa menerka-menerka dengan akal kita saja.

Jika dilihat poin berikut :
Tahap II, dengan menggunakan pendekatan Teori Response Butir (Item Response Theory) maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, diantaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola response jawaban seluruh peserta tes tahun 2018. Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan relatif mudah, sedang, maupun sulit.
Apabila melihat dari kalimat yang aku kasih cetak tebal menunjukkan bahwa sulit tidaknya soal tergantung dengan respon (jawaban) dari semua peserta tes SBMPTN 2018. Mudahnya yaitu sebelum jawaban diberi penilain maka diuji secara statistik, soal mana saja yang banyak dijawab oleh peserta dan soal mana saja yang sedikit dijawab oleh peserta.  Nah, untuk soal-soal yang jarang atau bahkan tidak ada yang menjawab maka akan diberikan skor poin yang tinggi karena dianggap siswa yang mengikuti tes kesulitan menjawab dan tidak menjawabnya dengan benar. Sedangakan soal yang dijawab oleh banyak siswa dan benar maka akan diberikan skor yang rendah karena sistem menggangap bahwa soal tersebut mudah dan bisa dikerjakan oleh semua siswa dengan benar.

Jadi strategi untuk SBMPTN 2018 ini adalah siswa harus memahami semua materi yang ada, sehingga semua soal terjawab dengan benar. Apabila terpaksa tidak tau caranya atau tidak tau jawabannya maka lebih baik dijawab aja seadanya yang mendekati karena tidak ada nilai minus ketika menjawab salah maupun tidak menjawab. Siapa tau rezeki dan benar kan

dan yang terpenting adalah Doa kepada Yang Kuasa untuk dilancarkan ujiannya dan minta izin orang tua sebelum tes dan minta maaflah kepada kedua orangtua ketika punya salah.

Opini penulis
Penulis : Yusuf (Owner yusufstudi.com)
Editor : Kritik dan saran visitor

[Mungkin] Berikut Penjelasan Tentang Sistem Penilaian SBMPTN 2018

Yusufstudi.com - Pendaftaran SBMPTN 2018 telah ditutup dan  hal yang dilakukan sekarang adalah belajar dengan giat dan bisa mendalami semua soal-soal yang pernah ada. Akan tetapi, SBMPTN 2018 ini memiliki sistem baru terkait dengan Penilaian SBMPTN 2018 yang berbeda dari tahun sebelumnya.


Penilaian SBMPTN tahun-tahun sebelumnya setiap soal yang diberikan diberi nilai masing-masing tergantung dengan syaratnya.
 - Apabila peserta menjawab soal dengan benar maka akan mendapat nilai +4 per soalnya
 - Apabila peserta menjawab soal dengan salah maka akan mendapat nilai -1 per soalnya
 - Apabila peserta tidak menjawab soal maka akan mendapat nilai 0 per soalnya

Nah, apabila dengan menggunakan sistem lama maka kita bisa mengatur strategi dengan mentarget minimal mengerjakan berapa soal, berapa soal yang harus dikerjakan, serta tidak ada yang namanya nilai mati.

Dengan adanya penilaian +4, -1 , dan 0 membuat strategi sangatah digunakan dan bahkan orang yang pinter saja kalah dengan orang yang memiliki strategi dan orang BEJO. hehe karena kalo sudah bejo tidak ada yang bisa dipungkiri. Kebanyakan menggunakan strategi sih

Nah, aturan baru Penilaian SBMPTN 2018 sebagai berikut: Silahkan baca ketentuan Penilaian SBMPTN 2018

Intinya yaitu tidak ada penilaian terkait dengan jika benar (+4), salah (-1), dan tidak menjawab (0). Sehingga susah dilakukan strategi untuk lolos SBMPTN 2018.

Terus bagaimana penilaiannya?

Dalam penilaian SBMPTN 2018 silahkan baca di link diatas, ada poin penting yaitu
Metode penilaian ujian tertulis pada SBMPTN 2018 tidak hanya memperhitungkan jumlah soal yang dijawab dengan benar dan salah oleh peserta, tetapi juga memperhitungkan karakteristik setiap soal khususnya tingkat kesulitan relatif dan sensitifitasnya dalam membedakan kemampuan peserta.
Sehingga penilaian berdasarkan tingkat kesukaran soal. Apabila sama-sama menjawab maka yang menjawab soal yang sulit mendapatkan poin yang lebih daripada soal yang mudah. Gampangnya jika menjawab soal mudah dengan benar mendapatkan 1 poin maka menjawab soal yang sulit dan benar mendapatkan 4 poin.

Dalam ketentuan ini pula tidak ada nilai minus apabila jawaban yang diisian salah sehingga peluang lebih besar karena bisa jawab "NGAWUR" dan apabila benar itupun rejeki.

Nah, trus bagaimana membedakan soal yang sulit dan yang susah? karena sudah banyak yang membahas  di blog-blog lain dan hanya panitia yang tau soal-soal yang sulit maka kita hanya bisa menerka-menerka dengan akal kita saja.

Jika dilihat poin berikut :
Tahap II, dengan menggunakan pendekatan Teori Response Butir (Item Response Theory) maka setiap soal akan dianalisis karakteristiknya, diantaranya adalah tingkat kesulitan relatifnya terhadap soal yang lain, dengan mendasarkan pada pola response jawaban seluruh peserta tes tahun 2018. Dengan menggunakan model matematika, maka akan dapat diketahui tingkat kesulitan soal-soal yang dikategorikan relatif mudah, sedang, maupun sulit.
Apabila melihat dari kalimat yang aku kasih cetak tebal menunjukkan bahwa sulit tidaknya soal tergantung dengan respon (jawaban) dari semua peserta tes SBMPTN 2018. Mudahnya yaitu sebelum jawaban diberi penilain maka diuji secara statistik, soal mana saja yang banyak dijawab oleh peserta dan soal mana saja yang sedikit dijawab oleh peserta.  Nah, untuk soal-soal yang jarang atau bahkan tidak ada yang menjawab maka akan diberikan skor poin yang tinggi karena dianggap siswa yang mengikuti tes kesulitan menjawab dan tidak menjawabnya dengan benar. Sedangakan soal yang dijawab oleh banyak siswa dan benar maka akan diberikan skor yang rendah karena sistem menggangap bahwa soal tersebut mudah dan bisa dikerjakan oleh semua siswa dengan benar.

Jadi strategi untuk SBMPTN 2018 ini adalah siswa harus memahami semua materi yang ada, sehingga semua soal terjawab dengan benar. Apabila terpaksa tidak tau caranya atau tidak tau jawabannya maka lebih baik dijawab aja seadanya yang mendekati karena tidak ada nilai minus ketika menjawab salah maupun tidak menjawab. Siapa tau rezeki dan benar kan

dan yang terpenting adalah Doa kepada Yang Kuasa untuk dilancarkan ujiannya dan minta izin orang tua sebelum tes dan minta maaflah kepada kedua orangtua ketika punya salah.

Opini penulis
Penulis : Yusuf (Owner yusufstudi.com)
Editor : Kritik dan saran visitor

No comments