Pahami Penilaian IRT (Item Response Theory) Pada UTBK SBMPTN 2020



Seleksi masuk perguruan tinggi negeri dilakukan dengan dua jalur yaitu SNMPTN (dengan nilai rapor) dan SBMPTN (dengan nilai UTBK) serta tambahan Mandiri (oleh pihak masing-masing PTN).

Tes UTBK bisa dilakukan 2 (dua) kali berdasarkan rilis resmi panitia.

Penilaian UTBK mulai tahun kemarin sangatlah rumit dan menggunakan sistem IRT yang dikerjakan dengan komputasi. Maksudnya adalah penilaian tidak berkutat dengan bila benar maka +4, salah -1, dan tidak menjawab 0.

Penilaian menggunakan sistem Item response teory (IRT). Sistem IRT merupakan penilaian terhadap butir pertanyaan yang dijawab dengan membandingkan rerata penampilan butir terhadap kemapuan kelompok yang diramalkan. Paham? Saya saja tidak hehe.

Untuk memahami itu, maka akan dijelaskan secara singkat sebagai berikut.

1. Benar atau salah

Seleksi pertama adalah jika siswa menjawab soal tersebut dengan benar maka akan mendapatkan bobot nilai 1 dan jika salah atau tidak menjawab maka akan otomatis mendapatkan nilai 0.

2. Probabilitas

Membandingkan dengan probabilitas kelompok (semua peserta UTBK). Jika siswa menjawab benar, maka akan dilihat perbandingannya dengan siswa yang lainnya. Jika ternyata banyak yang bisa menjawab benar maka dianggap soal tersebut mudah, akan tetapi jika ternyata yang menjawab salah soal tersebut banyak maka dianggap soal tersebut sulit.

3. Penilaian

Penilaian ini berkaitan dengan tingkatan sulit tidaknya soal tadi. Jika ternyata soal mudah, maka kemungkinan skor soal tersebut menjadi rendah apabila kalian menjawab benar. Jika kategori soal sulit dan menjawab benar maka skor soal tinggi.

Hal inilah yang mempengaruhi mengapa siswa yang bisa menjawab lebih banyak belum tentu nilai UTBKnya lebih tinggi daripada yang menjawab sedikit.

Logikanya : jika yang siswa yang menjawab banyak dan benar tadi ternyata kebetulan mengerjakan soal yang kebanyakan siswa bisa maka soal menjadi tingkat “mudah” dan skor rendah sedangkan yang satunya menjawab soalsedikit dan benar yang kebetulan tidak banyak siswa yang bisa mengerjakan maka soal diangap “sulit” dan skor tinggi.

Semakin banyak yang bisa jawab soal tersebut maka nilai soal tersebut semakin kecil, jika banyak yang tidak bisa soal tersebut maka nilai soal tersebut jika benar akan besar. Jadi usahakan UTBK Pertama sudah bagus, biasanya kalau UTBK 2 biasanya nilai pada rendah karena sudah pada siap dan pada bisa mengerjakan soal alhasil nilai soal tersebut menjadi kecil.

Kemudian, jumlah salah juga mempengaruhi nilai akhir UTBK. Semakin banyak yang salah maka akan menurunkan nilai UTBK kalian. Jadi bijaklah dalam menjawab. Jika benar - benar tidak bisa, jangan dijawab lebih baik.

4. Waktu


Terkait waktu, kemarin sudah dirilis oleh panitia LTMPT terkait UTBK ini bawasannya penilaian tahun 2020 akan menerapkan penilaian terhadap waktu. Jadi siswa tidak bisa menjawab ngawur diakhir-akhir waktu kritis (mau habis).

Misalnya, jika siswa menjawab soal rata-rata membutuhkan waktu 2,8-2 menit. Kemudian, ketika waktu sudah akan berakhir 2 menit lagi dan soal masih ada 5 kemudian menjawab dengan “ngawur” maka rata-rata 5 soal terakhir menjadi 0,4 menit.

Nah, kecepatan ini akan direspon oleh komputer (program) sebagai jawaban “ngawur” karena terburu-buru diakhir dan akan dianggap “salah” serta akan mengurangi nilai total akhir.

Intinya adalah jawablah dengan benar, waktu yang tepat (manajemen waktu pengerjaan), dan jangan ngawur menjawab soal.

Semoga dapat dipahami dengan penjelasan singkat diatas ya. Untuk nilai tertinggi per soal kategori mudah dan sulit kami tidak tau dan hanya panitia yang mengetahui program tersebut.
Kenal Penulis :
Yusuf Abdhul Azis Jika penting bisa follow dahulu dan Direct Message (DM) di ig : @yusufabdhul pesan anda.

No comments for "Pahami Penilaian IRT (Item Response Theory) Pada UTBK SBMPTN 2020"